sejarah singkat


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Subang berdiri pada tahun 1965 dengan nama Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) DWIKORA beralamat di Kirana Jalan Oto Iskandardinata Subang depan Sinta Theater yang sekarang adalah SMU PGRI 1 Subang (SMU Kota). Pendirinya adalah BAPAK LETNAN SUHARYA. Dan yang menjadi pelopor berdirinya SMEA DWIKORA adalah :

1. BAPAK MOCH. BUDIONO.

2. BAPAK ENIN RASNANDI, B.A. (ALMARHUM).

3. BAPAK SOEHARI, B.A. (ALMARHUM).

4. BAPAK Drs. HERMAWAN.

5. IBU SRI SURATI (Ibu Sri adalah istri dari Bapak Budiono).

Status sekolah pada saat itu adalah sekolah swasta. Keadaan bangunannya masih jauh untuk dikatakan layak sebagai tempat pendidikan karena masih berupa under contruction. Tahun 1966 SMEA DWIKORA pindah alamat dan ikut bergabung dengan SMP PGRI 1 Subang di Jalan A. Natasukarya Kelurahan Pasirkareumbi Subang. Dan pada tahun 1967 pindah alamat lagi dan bergabung dengan Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Pertama (SMEP) di Jalan Oto Iskandardinata Subang.

Pada tahun 1969 SMEA DWIKORA berubah nama menjadi SMEA NEGERI XII SUBANG yang statusnya adalah sekolah negeri dan pindah alamat di depan Persikas Subang Jalan Embang Gintung No. 36 Cikalapa Kelurahan Pasir Kareumbi Subang. Status bangunan adalah milik SMEA NEGERI XII SUBANG sendiri.

Pada tahun 1985 SMEA NEGERI SUBANG pindah alamat ke Jalan Arief Rahman Hakim No. 35 Kelurahan Cigadung Subang, sedangkan bangunan SMEA NEGERI XII SUBANG di Jalan Embah Gintung diserah terimakan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri Subang (SPG Negeri Subang) yang sekarang adalah SMU Negeri 3 Subang karena SPG Negeri Subang alih fungsi menjadi SMU.

Pada tahun 1994 ada perubahan nama dari SMEA NEGERI SUBANG menjadi SMK Negeri 1 Subang sesuai dengan Kurikulum tahun 1994.

Yang pernah menjabat sebagai pimpinan di SMK Negeri 1 Subang dari sejak berdiri sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut :

1. LETNAN SUHARYA ( TMT : 1965 – 1967 )

2. Drs. R. BAMBANG TRENGGONO ( TMT : 1967 – 1970 )

3. Drs. MAKMUR ( TMT : 1970 – 1975 )

4. R. ABDULLAH ACIL KAELANY, B.A. (ALMARHUM) ( TMT : 1976 – 1986 )

5. Drs. SAROYO ( TMT : 1986 – 1992 )

6. Drs. DASRI PRIANA S. ( TMT : 1992 – 1996 )

7. Drs. SOEMARDJO (ALMARHUM) ( TMT : 1996 – 1999 )

8. Drs. KARSUMAN ( TMT : 2000 – 2002 )

9. Drs. R. TRIHARJANTO ( TMT : 2003 – 2008)

10. Drs. TEDI SURYADI (TMT : 2008 – SEKARANG)

Reaksi: 

RPL


History

Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Subang lahir dari kebijakan Dikmenjur dalam hal reengineering SMK pada tahun 2003. Ide awalnya dari Bapak Drs. Triharjanto, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Sekolah. Pada bulan Pebruari ide tersebut selanjutnya di tindak lanjuti dengan mengajukan permohonan pembukaan program keahlian RPL yang dikomandani oleh Bapak Kaka Sukmara, S.Pd. yang sekaligus membidani lahirnya jabang bayi RPL saat itu. Akhirnya pada awal tahun pelajaran 2003 dibuka 1 kelas program RPL secara resmi dengan segala keterbatasannya.

Selanjutnya pembenahan terus dilakukan di tubuh Program Keahlian RPL ini, pengadaan sarana prasarana, kurikulum, tenaga pengajar yang kompeten, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya terus ditingkatkan, sehingga saat ini Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak merupakan salah satu Program Keahlian dengan animo pendaftar cukup tinggi di SMK Negeri 1 Subang.

Visi

Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Subang sebagai pusat program keahlian yang memiliki keunggulan ilmu dan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi menjelang era globalisasi.

Misi

Misi Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Subang;

1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang mempunyai keunggulan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang dilandasi keimanan dan ketakwaan;
2. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi;
3. Menyiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang produktif, kreatif, dan inovatif;
4. Menyiapkan peserta diklat untuk memasuki dunia kerja, serta mengembangkan sikap profesional;
5. Menyiapkan peserta diklat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
6. Menyiapkan tamatan untuk membuka usaha sendiri atau berwiraswasta.

Kurikulum

Kurikulum yang dipakai saat ini sudah menggunakan KTSP, dengan susunan kompetensi kejuruan sebagai berikut;

Personil

Kepala Sekolah : Drs. Tedi Suryadi

Waka Bid Perencanaan Diklat : Drs. Toto Sutoni

Kepala Program Keahlian : Deddy Hudaya, S.Si

Sekretaris Program : Ai Sa’adatuddaroin

Wali Kelas X RPL 1 : BU AAM

Wali Kelas X RPL 2 :PAK ASDAN


Fasilitas

Fasilitas yang ada pada Program Keahlian RPL saat ini;

1. Laboratorium Komputer.
2. Laptop 20 Unit.
3. Ruang Kepala Program.
4. Unit Produksi.
5. Ristek Club.

Prestasi

Prestasi yang telah dicapai Program Keahlian RPL;

1. Peringkat ke-4 LKS Bid Lomba Web Desain tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2004.
2. Juara 1 LKS Bid Lomba Web Desain tk Provinsi Jawa Barat tahun 2005.
3. Juara 2 LKS Bid Lomba Web Desain tk. Nasional tahun 2005.
4. Juara 3 LKS Bid. Lomba Web Desain tk. Provinsi Jawa Barat tahun 2006.
5. Peringkat 4 LKS Bid Lomba Web Desain tk. Provinsi Jawa Barat tahun 2007.

Reaksi: 

smp 3 cipunagara


Sejarah smpku


Menurut letak geografis SMP Negeri 3 Cipunagara berada di daerah pedesaan, tepatnya di Desa Sidajaya yang berjarak kurang lebih 5 km dari Kota Kecamatan dan kurang lebih 26 km dari Kota Kabupaten. Desa tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu dengan sungai Cipunagara sebagai batasnya.
Lokasi SMP Negeri 3 Cipunagara berdekatan dengan Kantor Desa Sidajaya dan Desa Sidamulya. Di kedua Desa tersebut terdapat 6 Sekolah Dasar (SD) dan 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang lulusannya melanjutkan ke SMPN 3 Cipunagara di tambah SD dari desa perbatasan yang sebagian siswanya melanjutkan sekolah ke SMPN 3 Cipunagara juga.
Kondisi ekonomi, sosial, kultur dan tingkat pendidikan masyarakat Cipunagara sangat beragam, hal ini sangat memungkinkan kondisi siswa di SMP Negeri 3 Cipunagara heterogen dan berpengaruh terhadap kondisi pembelajaran di sekolah, serta daya dukung terhadap proses pembelajaran.
Pada awalnya SMPN 3 Cipunagara (dulu SLTP) adalah sebagai sekolah filial (kelas jauh) dari SMPN 1 Cipunagara, yaitu dari tahun 1997 s.d 2002. Untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar diselenggarakan pada siang hari dan sebagai tempat penyelenggaran KBM di gedung SDN Mundinglaya, SDN Mekarjaya, dan SDN Tanjung IV secara berpindah-pindah. Pada akhir tahun pelajaran 2001/2002 baru ditugaskan kepala sekolah pertama yaitu Bapak Drs. Danggi Sudarisman. Pada tahun 2004 pelaksanaan KBM mulai dilaksanakan di lokasi Unit Sekolah Baru (USB) sampai dengan sekarang dan penyelenggaraannya dilaksanakan pagi hari.
Sejak penyelenggaraan proses belajar mengajar di lokasi bangunan sendiri (USB) dan dilaksanakan pagi hari, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 3 Cipunagara sudah cukup efektif, walaupun masih memerlukan peningkatan-peningkatan terutama saat ini dalam melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Kurikulum 2006) SMP Negeri 3 Cipunagara secara utuh.
Sebagai lembaga pendidikan formal SMPN 3 Cipunagara tentunya memiliki beberapa komponen terutama manusia sebagai perlaksana di dalamnya. Saat ini, SMPN 3 Cipunagara dipimpin oleh kepala sekolah yang cukup senior dan berpengalaman luas, berpendidikan S.2 dan berdomisili di wilayah Cipunagara, sehingga mudah untuk berkomunikasi.
Demikian halnya dengan tenaga pengajar, jumlah guru saat ini sebanyak 18 orang, yang berpendidikan S1 berjumlah 15 orang, dan yang masih menempuh kuliah S1 semester akhir 3 orang. Walaupun belum memadai dari segi jumlah guru dari keharusan ideal, tetapi mampu melaksanakan tugasnya dengan baik yaitu 80 % sesuai antara mata pelajaran yang diajarkan dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki guru tersebut, dan mereka sebagian besar berdomisili di wilayah Kecamatan Cipunagara dan sekitarnya.
Tenaga Administrasi/Tata Usaha belum memadai baik dari status kepagawaian maupun dari jumlah personil, sehingga ada beberapa komponen kegiatan yang seharusnya dilakukan/dipegang oleh tenaga Tata Usaha masih dipegang oleh beberapa guru sebagai tugas tambahan, seperti halnya pustakawan, laboran dan bendaharawan. Saat ini jumlah tenaga tata usaha mempunyai 5 personil, walupun kompetensinya kurang tetapi mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.

Reaksi: